top of page

Kita tak perlu viral, kita butuh sistem yang adil

Sebuah Seruan untuk Bantuan dengan Martabat, Bukan Rasa Iba


Kepada Tuanku yang memiliki kekuasaan,


Biarkan ini jelas: curahan hati saya dan jutaan rakyat seperti saya bukan permohonan untuk dikasihani. Ini bukan strategi agar menjadi viral, lalu beramai-ramai orang datang membantu karena ceritanya sedang tren. Kami menolak itu.

Kita tidak mau terjebak dalam "bantuan viral" yang hanya datang kepada mereka yang kebetulan tersorot kamera. Kami tidak ingin menanamkan pada anak cucu kami sebuah moral pengemis—bahwa bantuan hanya akan datang jika kita mempertontonkan penderitaan kita seheboh mungkin. Martabat kami lebih berharga dari itu.


Maka, tuntutan kami sederhana namun mendasar: Ubah sistem ini.

Anda sering menganggap kami, rakyat jelata ini, bodoh. Baiklah, mari kita berandai-andai sejenak. Jika memang kami ini adalah sekumpulan rakyat bodoh, maka bukankah tugas negara yang 'pintar' dan para pemimpin yang 'cerdas' untuk membantu kami?

Negara ini tidak akan makmur jika kami—orang-orang yang Anda anggap bodoh ini—dibiarkan tumbang satu per satu. Kami adalah pasar Anda, tenaga kerja Anda, dan fondasi dari piramida ekonomi yang puncaknya Anda nikmati. Membantu kami bukanlah sebuah tindakan amal, melainkan sebuah investasi untuk menyelamatkan bangunan bangsa ini secara keseluruhan.



Bagaimana cara membantunya?

Jangan tunggu kami viral. Gunakan sumber daya yang sudah ada di depan mata. Setiap tahun, kami membaca pengumuman harta kekayaan pejabat yang angkanya fantastis. Gunakan sebagian dari kekuatan dan kekayaan itu untuk membangun sistem yang membantu kami bertahan hidup secara terhormat.

Bantuan yang kami maksud bukan berupa lemparan uang tunai sesaat, tetapi bantuan yang dibutuhkan adalah:


  • Sistem Permodalan yang Pro-Aktif: Membuka akses modal usaha mudah dan berbunga rendah bagi semua usaha kecil, bukan hanya bagi mereka yang punya koneksi.

  • Pelatihan dan Akses Teknologi: Bantu kami menjadi 'pintar'. Beri kami pelatihan yang relevan dan akses terhadap teknologi agar kami bisa bersaing, bukan tersingkir.

  • Kebijakan Pajak yang Membina: Ubah aparat pajak dari penekan yang mengancam pidana, menjadi pembina yang membantu usaha kecil untuk tumbuh dan taat pajak dengan cara yang masuk akal.

  • Prioritaskan Produk dan Jasa Lokal: Ciptakan regulasi yang benar-benar melindungi dan memprioritaskan pengusaha lokal dalam proyek-proyek pemerintah dan swasta.


Dan yang terpenting: Lakukan ini secara merata untuk semua. Kami mau keadilan yang terstruktur, bukan kebaikan yang acak. Kami ingin semua pengusaha kecil di seluruh pelosok negeri punya kesempatan yang sama untuk berjuang, tanpa harus berharap menjadi viral terlebih dahulu.

Bangunlah sebuah jembatan yang kokoh untuk semua rakyat, bukan hanya melempar tali untuk satu-dua orang yang kebetulan berteriak paling kencang.Itulah esensi negara yang adil dan beradab.

 
 
 

Komentar


bottom of page